PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Personel Satpol Air Polres Kotawaringin Barat (Kobar) bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan aktifitas 'bekanjur' atau behanyut di Sungai Arut. Namun demikian, para orang tua juga diimbau untuk ikut berperan mengawasi anaknya yang masih remaja mengikuti aktifitas bekanjur.

Kasat PolAir Polres Kobar, Iptu Roni Faslah mengatakan bahwa bekanjur dilakukan tanpa alat keselamatan dan hanya menggunakan ban dalam truk. Aktifitas tersebut mulai ramai dilakukan sejak air Sungai Arut mulai naik. Bahkan sebagian besar dilakukan oleh anak - anak usia remaja.

"Rata-rata yang berenang itu usia SMP dan mereka hanya bermodalkan ban dalam saja. Jadi kita, sifatnya hanya mengimbau saja, khususnya orang tua agar dapat memperhatikan putra-putrinya yang sedang bekanjur," kata Roni Faslah, saat dikonfirmasi Borneonews pada Selasa, 21 September 2021.

Dia melanjutkan, aktifitas bekanjur yang dilakukan para remaja bantaran Sungai Arut sudah ada sejak dulu ketika air dalam. Akan tetapi, mengingat aktifitas kelotok dan speed boat di Sungai Arut ini cukup ramai, maka pihaknya bersama BPBD Kobar dan Tim Rescue Damkar Kobar, melakukan patroli, berikut memasang spanduk imbauan di Water Front City, Kelurahan Mendawai.

"Setiap sore selalu kita pantau, karena memang mulai ramai anak-anak ini bekanjur sekitar pukul 16.00 - 17.00 WIB. Bahkan, aktifitas mereka ini jadi tontonan sejumlah warga," ungkapnya.

--page

Dia menambahkan, sejauh ini memang tidak ada kejadian yang fatal dari aktifitas bekanjur. Hanya saja, sempat ada kejadian kakinya keram dan langsung dilakukan pertolongan.

"Jadi, hal-hal seperti itu lah yang kita antisipasi. Memang mereka yang bekanjur ini semua pintar berenang, tetapi kalau sampai keram atau terjadi hal lainnya, itu yang berbahaya," pungkasnya. (DANANG/B-7)