SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Resky Gustiandi atau yang lebih akrab dipanggil Resky akan bertarung di bursa pemilihan Ketua Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kotawaringin Timur yang digelar tahun mendatang.

Pria ini kini mulai mempersiapkan diri. Dia merupakan putra daerah asli Kabupaten Kotawaringin Timur, lahir di Sampit 27 Agustus 1998.

Tokoh pemuda ini merupakan lulusan dari Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta ini memiliki semangat dan jiwa visioner untuk membangun daerah melalui pencalonannya sebagai Ketua KNPI

Beberapa tahun berada di tanah rantau, Resky telah membuktikan bahwa putra daerah Kotim mampu bersaing dari segi sumber daya manusia dan menunjukkan eksistensi serta kapasitasnya di daerah lain maupun kancah nasional. 

Bahkan semasa kuliah Resky aktif dalam berbagai forum akademik Nasional maupun Internasional hingga berhasil membawa nama kampusnya ke negeri jiran, Malaysia. 

--page

Tidak hanya berprestasi dan unggul dari segi akademik, namun Resky juga mampu berkontribusi dan memberikan sumbangsih untuk mahasiswa dan rakyat melalui beberapa kegiatan organisasi dengan menjadi Wakil Presiden Mahasiswa UMS memimpin kurang lebih 25 ribu mahasiswa dari 48 Program Studi dengan berbagai latar belakang dan menjadi aktivis organisasi lainnya semasa di bangku Tsanawiyah hingga kuliah. 

Dengan berbagai prestasi yang dia miliki, Resky yang memang aktif berorganisasi sejak berada di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga selesai di Perkuliahan bertekad untuk kembali dan memberikan kontribusinya sebagai pemuda untuk membangun daerah. 

Motto Habaring Hurung menjadi semangatnya bahwa sudah saatnya anak muda di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak melupakan akar atau meninggalkan cita-cita yang sebelumnya sudah dibangun oleh para pendiri.

"Kemajuan zaman dan perkembangan pembangunan yang begitu pesat di Kabupaten Kotawaringin Timur harus berbanding lurus dengan skill dan human capital atau sumber daya manusia yang dimiliki oleh anak muda,* katanya, Rabu, 22 September 2021.

Menurutnya, katalisasi atau percepatan peningkatan kapasitas anak muda harus dapat dilakukan oleh KNPI sebagai inkubator sekaligus katalisator sehingga melahirkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki mental yang agile (taktis dan fleksibel) terhadap tantangan perubahan.

--page

Melalui perkembangan teknologi yang begitu pesat seharusnya dapat menjadi refleksi sekaligus motivasi untuk kembali ke akar dan falsafah yang dimiliki yaitu Habaring Hurung. 

Hal tersebut justru menjadi momentum di mana saatnya anak muda di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan kontribusi dan karya-karya yang besar untuk daerah.

Dengan pengalaman yang dimilikinya itu dirinya yakin mampu memimpin organisasi kepemudaan itu dan mengembangkannya serta memajukan organisasi tersebut. (NACO/B-6)