BORNEONEWS, Sampit - Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terjadi. Namun saat ini, hanya tinggal 3 kecamatan, dari 8 kecamatan yang sebelumnya dilanda musibah tahunan tersebut.
"Dari 8 kecamatan yang dilanda banjir, 5 sudah surut, sedangkan 3 kecamatan lainnya masih terjadi banjir di beberapa desa," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Agus Mulyadi, Kamis, 23 September 2021.
Tiga kecamatan yang beberapa desanya masih dilanda banjir tersebut yakni Kecamatan Telawang, Parenggean, dan Kota Besi. Ketinggian air sendiri mulai dari 0-70 centimeter dari permukaan tanah di wilayah tersebut.
Meski begitu, ketinggian air terus mengalami penurunan. Pihaknya berharap banjir bisa segera surut. Sehingga, masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas dengan normal.
"Mudah-mudahan banjir terus surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal," kata Agus.
--page
Sementara itu, 5 kecamatan di Kotim yang sebelumnya dilanda banjir yakni Telaga Antang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Antang Kalang, dan Tualan Hulu. Sedangkan jumlah desa yang terdampak 59 desa, 6.605 kepala keluarga dan 20.736 jiwa. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









