SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harry Sulasno, Warga Gang Pahiem, Jalan Iskandar 30, Kelurahan Ketapang , Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, melaporkan keberadaan ular di rumahnya, Selasa, 21 September 2021. Istrinya mengetahui ular tersebut menggantung di kerangka dapur mereka, saat ingin berwudhu.

"Informasi yang disampaikan oleh pihak pelapor, saat isterinya sedang mengambil air wudu melihat badan ular bergelantung di kerangka dapur," kata Purwondo, salah seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur, Kamis, 23 September 2021. 

Mengetahui hal tersebut, tetangganya pun datang dengan membawa senapan angin dan menembak ular sebanyak 2 kali. Namun, tembakan hanya mengenai sekali. Ular tersebut masuk ke dalam plafon ruang belakang. Pelapor pun menghubungi Disdamkarmat Kotim. 

"Setiba di kediaman pelapor, kami menanyakan terlebih dahulu keberadaan seekor ular tersebut. Setelah mendapatkan informasi bahwa seekor ular masih berada di dalam plafon ruang belakang, kami langsung mencari," jelas Rifani petugas lainnya.

Tidak lama kemudian, petugas menemukan seekor ular king cobra atau dengan nama latin Ophiophagus hannah yang sedang memangsa seekor anak biawak air di dalam plafon.

"Kami membiarkan ular itu memangsa seekor anak biawak tersebut hingga selesai," tambah Purwondo.

--page

Kemudian petugas meminta izin terlebih dahulu kepada pihak pelapor untuk membongkar plafon dapur yang terbuat dari triplek. Setelah dilakukan pembongkaran, terlihat kepala seekor ular  ingin keluar dari plafon dapur yang telah dibuka. Tak lama kemudian, petugas pun berhasil mengamankan ular berbisa sepanjang 3 meter itu. (USAY NOR RAHMAD/B-11)