PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bencana banjir di Palangka Raya sudah berlangsung lebih dari dua minggu yang lalu. Data terbaru per Kamis, 23 September ada 3.856 kepala keluarga dan 9.907 jiwa terdampak.

Bencana banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu karena kawasan pemukimannya sudah terendam air dari luapan sungai-sungai besar yang mengelilingi ibu kota Provinsi Kalteng itu.

"Bahkan, sejumlah warga mau tidak mau harus mengungsi karena air telah mencapai ketinggian 1 meter," kata Kepala BPBD Palangka Raya, Emi Abriyani.

Emi mengungkapkan, sejumlah tindakan penanganan banjir telah dilaksanakan dengan melakukan pendataan jumlah warga terdampak, mendirikan posko kesehatan, pengungsian, dan posko relawan.

Selain itu, distribusi air bersih, pendirian dapur umum dan distribusi makan siap saji hingga penyediaan WC umum dan pemantauan 24 jam pada lokasi yang dinilai rawan terus dilakukan tim di lapangan.

"Kami juga melakukan layanan kesehatan bersama dinas kesehatan. Selain itu juga rutin menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, namun secara bertahap menyesuaikan ketersedian yang ada," tuturnya.

BPBD juga menyediakan sarana donasi bagi warga yang ingin berbagi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang terdampak banjir di kota setempat.

--page

"Donasinya bisa diantarkan kepada kami di posko Kantor BPBD di Jalan Badak. Usai terkumpul, langsung kita antarkan kepada warga," ujarnya.

Adapun donasi yang diterima bisa berupa apa saja yang sekiranya dibutuhkan bagi mereka yang menjadi korban banjir.

Misalnya, sembako, obat-obatan, air mineral, popok, makanan dan susu bayi, makanan instan, tenda, karpet bahkan selimut. (HENDRI/B-11)