BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir adalah terhambatnya arus distribusi logistik barang akibat akses jalan di sejumlah wilayah terendam air.
Di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), ada beberapa ruas yang sulit dilewati dampak dari banjir itu. Seperti di ruas Jalan Trans Kalimantan di Penda Barania, Bukit Rawi, Pulang Pisau.
Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah (Kalteng), Yulindra Dedy mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi bersama pihak terkait dalam penanganan banjir di ruas jalan.
“Kondisi banjir ini menghambat arus distribusi, sehingga berdampak pada kenaikan harga di daerah. Maka dari itu, dalam penanganannya kami memprioritaskan angkutan logistik seperti sembako, bahan pokok penting dan BBM untuk bisa melintas,” katanya.
Selain itu, ia mendorong masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meminta Perusahaan Besar Swasta (PBS) baik pertambangan, perkebunan atau kehutanan untuk tidak melintasi lokasi tersebut sampai dengan banjir surut.
--page
Dishub juga diminta melakukan pengawasan terhadap keselamatan pengguna getek atau kelotok, termasuk mengawasi kewajaran harga bagi kendaraan roda dua dan penumpang yang melintas. (HERMAWAN DP/B-7)









