BORNEONEWS, Palangka Raya – Akademisi Universitas Palangka Raya (UPR), Sri Mujiarti Ulfah menilai, dalam penanganan dan mitigasi bencana perlu sebuah pemetaan masalah yang dilakukan dengan bersinergi, berkolaborasi dan berdiskusi dengan seluruh pihak.
Termasuk juga untuk bencana banjir, sampai ke berbagai dampaknya. “Tentunya harus ada pemetaan masalah agar kejadian seperti ini tidak terjadi secara berulang. Itu bisa dilakukan dengan melakukan kajian yang melibatkan berbagai pihak yang berkompeten,” kata Sri Mujiarti, Jumat, 24 September 2021.
“Dengan pemetaan itu, setiap pokok masalah bisa diketahui dan diselesaikan secara tepat. Sehingga, setiap sektor bisa tertangani, termasuk pertanian, ekonomi dan lainnya,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Akademisi Pemerintahan UPR, Ricky Zulfauzan. Menurutnya, selain melakukan pemetaan masalah kebencanaan, kesadaran masyarakat yang tanggap dan sigap terhadap potensi bencana juga dibutuhkan.
Sehingga, dampak bencana dapat diminimalisasi, karena masyarakat sudah mengetahui setiap langkah yang harus diambil ketika bencana terjadi.
--page
“Edukasi dan sosialisasi dimaksimalkan, pemerintah daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten-kota, beserta pemangku kepentingan harus bekerja sama menciptakan kesadaran ini supaya dampaknya bisa lebih kecil,” katanya. (HERMAWAN DP/B-7)









