BORNEONEWS, Sampit - Bagi warga yang senang memelihara kucing diimbau berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan kesayangannya. Jika tergigit, warga sangat disarankan untuk segera suntik vaksin anti rabies bagi manusia.
"Ya harus, bagi warga yang digigit kucing, anjing ataupun kera sangat disarankan suntik anti rabies," tegas Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Pertanian Kotawaringin Timur, drh Danik Arianti, saat diwawancara borneonews.co.id, Sabtu, 25 September 2021.
Danik menuturkan, vaksin anti rabies bagi manusia ini bisa didapat di Puskesmas Baamang 2, Jalan Tjilik Riwut, Sampit. Bagi warga yang tergigit akan disuntik dua hingga tiga kali.
"Kita punya rabies center yakni di Puskesmas Baamang 2," ungkapnya.
Gigitan kucing, anjing dan kera berpotensi mengakibatkan penyakit rabies. Terlebih bila tergigit oleh kucing liar atau kucing yang belum disuntik vaksin. Sebab, virus rabies ini dapat hidup di mulut anjing, kucing dan kera.
--page
Oleh sebab itu, bila adanya gigitan hewan-hewan tersebut sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter secara langsung agar menghindari terjadinya infeksi rabies. Gigitan hewan-hewan itu juga berpotensi terjadinya luka robek akibat gigitan yang cukup dalam, dan disertai infeksi bakteri yang ada di dalam mulutnya. Sehingga, luka yang terkena infeksi tersebut akan membengkak dengan rasa sakit yang hebat, bernanah dan juga demam seluruh tubuh.
Di Kotawaringin Timur, sejak Januari hingga September 2021, dilaporkan ada 40 kasus gigitan. Namun belum satupun yang dinyatakan positif rabies. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









