BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) pengadaan CPNS tahun 2021 di ruang CAT, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotawaringin Barat (Kobar) telah resmi dilaksanakan hari ini, Rabu 29 September 2021.
Meski jadwal sudah jauh - jauh hari sudah diumumkan, namun ternyata pada pelaksanaan hari pertama ini ada satu peserta yang tidak dapat masuk ruang CAT dan mengikuti SKD karena telat datang.
Kepala BKPP Kobar, Aida Lailawati mengatakan pelaksanaan tes SKD pengadaan CPNS 2021 berjalan lancar, namun memang ada beberapa peserta yang tidak telat hadir dan bahkan ada yang tidak datang.
"Dalam sehari ini ada 4 sesi. Untuk sesi 1 - 3 yang sedang berjalan ini. Ada 7 peserta gagal sebelum tes. Ke 6 orang tidak datang dan 1 orang telah datang. Jadi dia ini datang ketika peserta sudah Log In," kata Aida Lailawati.
Untuk itu bagi peserta yang akan tes SKD harus dapat mengikuti edaran atau pengumuman yang sudah disampaikan jauh hari. Peserta harus hadir sekitar 90 menit sebelum pelaksanaan karenabanyaknya tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ruang CAT.
--page
"Kita sama - sama tau jika saat ini masih Pandemi Covid-19, jadi selain mengecek kelengkapan berkas, protokol kesehatan juga harus dilalui para peserta. Banyak tahapan - tahapannya, jadi tidak bisa terburu - buru," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan Tes SKD kali ini, di BKPP Kobar sebanyak 1.569 orang. Kemudian setiap sesi itu ada 40 orang dan dilaksanakan sejak 29 September - 10 Oktober 2021. Dalam pengecekan berkas dan protokol kesehatan, tidak bisa bersamaan dan harus bergantian, yaitu 20 orang dan dilanjutkan 20 orang berikutnya.
Para peserta yang datang juga diwajibkan menyertakan bukti bebas covid-19 dengan menyertakan rapid test antigen negatif dalam waktu 1x 24 jam atau PCR negatif dalam waktu 2x24 jam. Hal ini juga harus diperhatikan betul, jangan sampai lewat batas waktu berlakunya surat tersebut.
"Ternyata betul, tadi ada satu peserta yang surat antigennya sudah habis waktunya. Berlakunya 24 jam, dia sudah lebih. Tapi masih kita fasilitasi memakai ruangan khusus. Untuk itu, kami berharap hal serupa jangan sampai terjadi," tuturnya. (DANANG/B-6)









