PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai upaya pencegahan dan menekan angka stunting, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengembangkan padi Inpari Nutri Zinc. Padi varietas jenis ini telah ditanam pada sejumlah kabupaten.

Gubenur Provinsi Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengatakan, varietas padi Inpari IR Nutri Zinc ini memiliki kandungan yang bermanfaat bagi masyarakat terutama ibu hamil untuk tumbuh kembang anak dalam mengatasi stunting.

"Pencegahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah provinsi, sebagai upaya agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi," katanya, Rabu 29 September 2021.

Dia menjelaskan, pengembangan benih padi Inpari Nutri Zinc seluas 1.000 hektare, dengan sebaran di Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Barito Timur. Kemudian, padi jenis ini juga ditanam pada lahan food estate dengan luas lahan 200 hektare.

Dengan adanya beras dari Inpari Nutri Zinc, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menekan dan mengatasi permasalah stunting yang ada di provinsi setempat.

--page

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tenagh, Sunarti menuturkan, Inpari Nutri Zinc merupakan varietas padi yang apabila diolah menjadi beras akan memiliki kandungan zinc lebih dari 25 persen. Ini tentunya dapat dipakai untuk angka stunting.

"Beras Inpari Nutri Zinc ini, tidak hanya dapat digunakan untuk stunting saja. Tapi juga bisa untuk mengobati orang pikun, kropos, dan penyakit gula darah," tambahnya.

Dia menjelaskan, selain dijual kepada masyarakat, kedepannya beras hasil panen Inpari Nutri Zinc dari para petani lokal yang ada juga akan diolah untuk makanan bagi pasien di rumah sakit. Selain itu, pengembangan beras Inpari Nutri Zinc juga akan digunakan sebagai perbenihan. (NOPRI/B-5)