PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelanggan listrik merasa khawatir peralatan elektroniknya rusak, akibat tegangan listrik di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), naik turun gara - gara benang layang - layang nyangkut di jaringan PLN.

Warga Kelurahan Raja Seberang bernama Saniyah mengatakan, beberapa hari ini warga dibuat sibuk dengan naik turunya aliran listrik PLN. Listrik tersebut padam hanya beberapa menit saja kemudian hidup kembali, hal itu sangat menjengkelkan.

"Tiba-tiba lampu PLN padam, namun ketika sibuk mencari penerangan alternatif, dalam hitungan menit lampu menyala kembali. Jadi engga sampai lima menit hidup kembali, bahkan dalam semalam bisa sampai dua kali," ungkapnya penuh kesal, Rabu, 29 September 2021.

Ia khawatir bila hal itu terus terjadi maka perabotan elektronik mereka seperti kulkas dan televisi dan elektronik lainnya akan rusak, akibat dampak naik turunnya tegangan listrik.

--page

Kepala PLN ULP Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rizeli Fathinirwana mengakui untuk wilayah Raja Seberang di Minggu lalu terdapat gangguan yang diakibatkan oleh aktivitas warga yang bermain layang-layang.

"Bahwa lokasi di Raja Seberang, pada minggu kemarin ada gangguan akibat layang - layang mengenai jaringan PLN, untuk kondisi sistem kami tidak ada pemadaman," jelasnya.

Kemudian, ia menyebut bahwa PLN telah mensosialisasikan baik melalui group desa, kelurahan dan kecamatan agar melarang warganya bermain layang-layang di dekat jaringan PLN.

"Untuk amannya bermain layang-layang warga diminta untuk bermain di tanah lapang yang jauh dari jaringan PLN, dan jarak aman bermain layang-layang adalah 3 meter dari jaringan," tuturnya. (DANANG/B-5)