BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sekretaris Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, Hartonadi mengatakan, Pemerintah Kecamatan Awang jauh-jauh hari telah menginformasikan kepada masyarakat di wilayah yang biasanya dilanda banjir untuk melaksanakan kegiatan pembersihan sungai agar ketika datang curah hujan tinggi tidak ada hambatan pada aliran sungai.
Hal tersebut disampaikan Hartonadi saat menerima kunjungan sosialisasi Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur, Riza Rahmadi bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar, Belwanto, Kamis, 30 September 2021.
"Wilayah hulu sungai yang dilintasi oleh jalan perusahaan juga diupayakan agar dilaksanakan pembersihan jembatan atau gorong-gorong bekerjasama dengan pihak perusahaan," tambah dia.
Hartonadi memaparkan, di Kecamatan Awang terdapat 2 desa yang menjadi langganan banjir setiap tahun yakni Desa Tangkan dan Desa Hayaping.
"Yang sering terdampak banjir di Desa Tangkan itu RT 02 dan RT 03 dengan jumlah sekitar 75 kepala keluarga serta Desa Hayaping juga RT 02 dan 03 dengan jumlah 25 kepala keluarga," pungkasnya.
--page
Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas mengeluarkan pengumuman
Nomor 471.41/ 28/ I1.2/BPBD Damkar, tentang kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir di wilayah setempat.
Pengumuman ini berdasarkan informasi prakiraan dan pencatatan hujan dari BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya, bahwa pada Oktober, November dan Desember 2021, beberapa wilayah di Barito Timur akan mengalami peningkatan curah hujan di atas normal yang dapat menyebabkan bencana banjir.
Dalam pengumuman tersebut bupati meminta semua unsur pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan kegiatan pembersihan parit/selokan guna meminimalisasi potensi terjadinya bencana banjir. (BOLE MALO/B-5)









