BORNEONEWS, Sampit - Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan pihaknya akan segera mengecek lokasi serangan buaya di Sungai Sapihan, Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kamis, 30 September 2021.
"Ya, rencana Sabtu atau Minggu kami akan ke sana," ujar Muriansyah, Kamis malam, 30 September 2021 saat dikonfirmasi borneonews.co.id.
Selain mengecek lokasi, pihak BKSDA juga ingin menemui Syahlan, warga setempat yang menjadi korban gigitan buaya. Serta memeriksa pancing buaya yang sebelumnya dipasang di sejumlah titik di Sungai Sapihan.
"Kami juga akan mengecek pancing dan jerat buaya yang dipasang sekitar hilir Sungai Sapihan. Soalnya tidak ada warga yang mengurus dan mengganti umpannya," jelas Muriansyah.
Muriansyah mengatakan, lokasi serangan buaya yang menimpa Syahlan berada di sebelah hulu Sungai Sapihan. Tepatnya sekitar kawasan persawahan.
Di lokasi tersebut memang sering ada kemunculan buaya. Bahkan ada yang sempat bikin geger buaya muara sepanjang 2 meter terekam video di sekitar lokasi persawahan.
Selain itu, sebelumnya juga ada kemunculan buaya terekam kamera ponsel warga sedang berada di daratan. Atas kemunculan buaya ini petugas memasang sejumlah pancing dan jerat namun tak kunjung mengenai target.
--page
Buaya diduga menyerang kakek bernama Syahlan (55). Korban diserang buaya saat mandi di Sungai Sapihan, anak Sungai Mentaya, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









