PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Unit Pemasaran Layanan Jasa, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI, Ruth Yendra Indriatmi mengatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah aset investor di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 40 persen dari Rp1 triliun pada Agustus 2020 menjadi Rp1,4 triliun pada Agustus 2021.

"Peningkatan jumlah aset investor di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 40 persen dari Rp1 triliun pada Agustus 2020 menjadi Rp1,4 triliun pada Agustus 2021 dan total transaksi saham meningkat dari Rp3,5 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp3,7 triliun pada Agustus 2021," kata Ruth melalui rilis kepada Borneonews pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Ruth mengatakan bahwa dari peningkatan jumlah investor dan aset yang dimiliki memperlihatkan bahwa anak muda Kalimantan Tengah semakin melek investasi dan melirik pasar modal Indonesia sebagai salah satu alternatif berinvestasi.

Hal ini juga disampaikan dalam workshop untuk wartawan Kalteng akhir bulan lalu yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalimantan Tengah atau BEI bekerjasama dengan PT KSEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI serta PT Phintraco Sekuritas.

Penyelenggaraan workshop wartawan dilaksanakan secara virtual karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi terbaru dari pengembangan dan pencapaian pasar modal Indonesia, khususnya yang telah dilakukan oleh BEI dan KSEI.

--page

"Bahkan jika melihat jumlah angkatan kerja, maka potensi peningkatan jumlah investor masih sangat besar di Kalimantan Tengah," tambahnya.

Hal ini karena jumlah investor baru menurut Ruth mencapai 0,6 persen dibandingkan angkatan kerja di Kalimantan Tengah yang sebesar 1,38 juta. (TESTI PRISCILLA/B-7)