PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara bersama BPS wilayah setempat melakukan panen  jagung hibrida. Panen itu dilakukan berbarengan dengan panen jagung hibrida secara serentak bersama Menteri Pertanian RI, gubernur, bupati-wali kota se Indonesia secara virtual dengan Sentral kegiatan dari Grobogan, Jawa. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka peringatan Hari Tani.

 “Dinas Pertanian Barito Utara dan PBS setempat dalam mengikuti kegiatan tersebut dari lahan jagung kelompok tani (Poktan) Sumber Rejeki di Desa Rimba Sari KM 53 Jalan Muara Teweh - Puruk Cahu. Luas panen ada 259 Ha dengan varietas NK 212 yang mampu menghasilkan produktivitas 7- 8,2 ton/Ha,” kata Kadis Pertanian Syahmiludin di Muara Teweh, Jumat 1 Oktober 2021.

Dikatakannya, untuk luas tanam dan luas panen jagung Hibrida di sentra sentra produksi di Kabupaten Barito Utara kini diakui merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Kalimantan Tengah.

“Berdasarkan data BPS pada tahun 2020 lalu tercatat produksi jagung Hibrida di Kabupaten Barito Utara mencapai 67.299 ton,” kata dia.

Selama ini,  jelas Siswandoyo, Barito Utara telah menjadi pemasok utama bahan baku buat pabrik pakan ternak Comfeed di Pelaihari, Kalimantan Selatan.

--page

“Dalam waktu dekat ini sudah ada investor yang akan menjajaki kemungkinan besar untuk mendirikan pabrik pakan ternak di daerah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syahmiludin mengatakan program dan perjuangan Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama rekan-rekan pertanian Barito Utara sejak beberapa waktu lalu kini telah membuahkan hasil dan terlihat nyata bukti keberhasilannya.

Dari petani yang semula tidak paham dan tidak mau tanam jagung Hibrida kini tanpa disuruh pun mereka sudah menjadikan komoditi jagung Hibrida sebagai usahatani andalan di daerah ini. Seperti semboyan Bupati H Nadalsyah untuk memotivasi para petani di daerah ini “Ayo Bertani, Bertani Itu Keren“,” kata Syahmiludin.(RAMADHANIB-7)