BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melakukan pertemuan orientasi komunikasi perubahan perilaku (KPP) dalam pencegahan COVID-19 dan evaluasi program promosi kesehatan (Promkes) dan pemberdayaan masyarakat
"Dalam situasi pandemi seperti ini banyak pihak telah melakukan berbagai upaya komunikasi secara serentak dan dalam waktu yang sama. Di satu sisi situasi seperti ini memberikan keuntungan bagi publik untuk segera cepat mendapatkan informasi terkini," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo, Jumat 1 Oktober 2021.
Namun di sisi lain mempunyai kelemahan yaitu pesan yang terlalu banyak dikeluarkan, bersifat rancom (impulsive) dan selalu berubah akan menciptakan boise yang mengganggu penerimaan pesan dan pada akhirnya menghalangi orang untuk memahaminya dan mengubah perilakunya.
"Oleh karena itu penting bagi para pelaku komunikasi agar memberi perhatian dan prioritas pada tujuan perubahan perilaku kunci yang dianggap esensial untuk menurunkan kasus COVID-19 secara efektif dan efesien," katanya.
Menurutnya strategi KPP dalam pencegahan COVID-19 adalah strategi komunikasi risiko yang digunakan pada saat wabah COVID-19 sehingga terjadi percepatan peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mengatasi potensi risiko dan ancaman masalah kesehatan yang akan selalu membuat warga mampu mengambil langkah dan tindakan cepat dan tepat sehingga dapat melindungi diri dan menghindarkan dari wabah.
--page
"Komunikasi perubahan perilaku ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat, yang terdiri dari ormas, dunia usaha dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian COVID-19 serta menempatkan COVID-19 sebagai isu utama di semua sektor,” kata dia.
Selain itu sebagai upaya penyebarluasan informasi COVID-19 kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan COVID yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Siswandoyo mengatakan evaluasi suatu hasil kegiatan merupakan salah satu proses yang penting dari pelaksanaan program kegiatan. Dengan adanya evaluasi dapat diukur sampai sejauhmana pencapaian hasil atau cakupan suatu program kegiatan yang telah dilaksanakan.
Dia mengingatkan agar petugas pemegang program promkes selalu memperhatikan target indikator kinerja program yang harus dicapai yang mana setiap tahunnya selalu meningkat, dan jadikanlah target-target kegiatan yang belum tercapai menjadi bahan evaluasi dan target utama dalam menyusun rencana kegiatan selanjutnya.
"Walau saat ini kita masih mengalami pancemi COVID-19 yang sangat menguras pikiran, tenaga dan seluruh sumber daya kita sebagai tenaga kesehatan, tapi saya harapkan hal ini tidak menjadi halangan ataupun alasan sehingga target-target kegiatan program yang ada tidak bisa tercapai, namun disnilah kita dituntut kreativitas dan inovasi yang tinggi dari petugas program promkes bagaimana menciptakan terobosan kegiatan agar bisa tetap dilaksanakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan, Enny Franziah mengatakan kegiatan ini diikuti 34 petugas pengelola program promosi kesehatan dan protor promosi kesehatan puskesmas dari 17 puskesmas.
ANTARA









