TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur sepanjang malam menyebabkan Sungai Karau meluap mulai Sabtu pagi, 2 Oktober 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Damkar, Riza Rahmadi didampingi staf dan relawan BPK Samuja Ampah turun langsung ke lapangan untuk memantau peningkatan debit air pada sungai tersebut.

Pada pukul 12.10 WIB permukaan air Sungai Karau di Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah telah menggenangi jembatan ulin peninggalan Belanda yang berada di sisi selatan Pasar Ampah. Meski demikian air belum menggenangi rumah warga di kawasan tersebut.

Saat pantauan dilakukan di arah hulu sungai (Bendungan Karau) pada pukul 13.40 WIB, didapatkan informasi dari masyarakat setempat bahwa permukaan air mulai turun dibandingkan pagi hari.

"Meski di hulu permukaan air mulai turun tapi kita mengimbau masyarakat yang berada di hilir sungai seperti Desa Nagaleah, Muru Duyung, Kupang bersih dan Desa Ketab agar tetap waspada karena saat di hulu mulai berkurang justru kiriman banjir baru sampai ke sana," kata Kalaksa BPBD Damkar, Riza Rahmadi.

Dia berharap curah hujan tidak meningkat yang dapat menyebabkan debit air kembali naik.

--page

"Meski peningkatan debit air Sungai Karau ini kondisinya belum kritis dan membahayakan, namun masyarakat harus berhati-hati dan menyiapkan kemungkinan terjadinya banjir sehingga tidak ada korban jiwa maupun harta," pungkas Riza. (BOLE MALO/B-11)