KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pelatihan kemandirian merupakan suatu wadah dalam mengembangkan minat dan bakat warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal mereka untuk kembali dan diterima oleh masyarakat.

Kali ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kuala Kapuas memberikan kegiatan pembinaan kemandirian berupa pelatihan menjahit sebagai langkah strategis dengan tetap memberikan pelayan prima kepada WBP.

Adapun Pelatihan tersebut berupa Pelatihan Menjahit yang difasilitasi oleh Rutan di ruangan bimbingan kerja (Bimker) Rutan setempat.

Kepala Rutan Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto mengatakan pihaknya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menerima pembinaan melalui pelatihan menjahit.

“Saya berharap pelatihan ini akan mampu memberikan ilmu buat warga binaan di masa yang akan datang sebagai bekal kehidupan mereka," katanya, Minggu 3 Oktober 2021.

--page


Dia berharap ke depannya warga binaan Rutan Kuala Kapuas dapat menjadi manusia yang mandiri, dan mampu bersaing di masyarakat.

"Pelatihan ini dinilai akan mampu memberikan ilmu dan keterampilan menjahit kepada warga binaan untuk bekal penghidupan mereka di masyarakat," ucapnya.

Program pendidikan keterampilan itu, lanjut dia akan menjadi program khusus untuk memberikan tambahan pengalaman dan praktik para penghuni Lapas.

”Setelah keluar dari sini, mereka sudah memiliki kemampuan berusaha melalui keterampilannya itu,” harapnya.

Selain itu, pelatihan ini kembali ditekankannya akan dapat meningkatkan kompetensi dari para warga binaan, sehingga pada saat bebas nanti bisa bermanfaat sebagai bekal untuk membuat usaha dan bisa menghasilkan pendapatan. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)