BORNEONEWS, Sampit – Pandemi Covid-19 melumpuhkan hampir semua sektor, tak terkecuali wisata. Museum Kayu Sampit turut mengalami imbasnya. Selama pandemi kunjungan ke museum tersebut menurun drastis.
“Lebih sering kosong, apalagi awal pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Sejarah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Muhammad Yusdiannor, Minggu, 3 Oktober 2021.
Menurutnya, sebelum terjadi pandemi Covid-19, jumlah pengunjung di Museum Kayu Sampit cukup ramai. Terlebih pada akhir pekan, biasanya para pekerja di perkebunan besar akan datang secara rombongan menggunakan bus, untuk berkunjung ke Museum Kayu Sampit.
Selain dari dalam daerah, terkadang juga ada pengunjung dari luar daerah yang penasaran dengan koleksi museum.
Akibat pandemi ditambah dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, jumlah pengunjung pun nyaris tidak ada. Lantaran, para pekerja perkebunan besar dilarang keluar kawasan perusahaan.
--page
Menurunnya kurva kasus Covid-19 di Kotim, menjadi harapan baru bagi museum. Kini kunjungan ke museum yang menyajikan koleksi sejarah kejayaan kayu Kalimantan itu kembali bergairah.
"Kita doakan saja Covid-19 ini terus menurun. Sehingga aktivitas di Museum Kayu Sampit bisa kembali normal," harapnya.
Tak ada tarif bagi pengunjung museum. Pengunjung bisa sepuasnya mengeksplor koleksi yang ada di museum. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









