PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Manajemen RSUD Sultan Imanudding Pangkalan Bun masih belum bisa memberikan jawaban terkait tanggung jawab pada pengguna jasa parkir di area rumah sakit tersebut yang kehilangan sepeda motor pada Senin, 4 Oktober 2021.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fachruddin saat dikonfirmasi Borneonews melalui WhatsApp terkait hal tersebut, Selasa, 5 Oktober 2021, menyarankan agar menghubungi Wakil Direktur RSSI Hardino.

"Koordinasi wadir umum, dia yang handle," ujar Fachruddin singkat.

Kemudian, saat kasus hilangnya motor pengguna jasa parkir di lingkungan RSSI dikonfirmasikan pada Hardino, yang bersangkutan juga hanya memberikan jawaban singkat.

"Kami menunggu hasil penyelidikan kepolisian saja. Hasilnya seperti apa. RS tetap bertanggung jawab, tetapi kasus ini berbeda karena kunci motor ditinggal di kendaraan oleh pemilik dan hilang," kata dia.

Saat dimintai penjelasan lanjutan terkait jawaban tersebut, Hardino hanya menjawab dengan jawaban yang telah disampaikannya sebelumnya.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian saja," jelas Hardino.

--page

Sebelumnya, korban berinisial A, warga Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, kehilangan sepeda motor saat akan menebus obat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Senin, 4 Oktober 2021 sekitar pukul 08.54 WIB. Dia baru sadar motor jenis Honda Beat KH 4521 WH hilang sekitar pukul 09.50 WIB.

Saat korban bermaksud pulang, motor sudah tidak ada di lokasi parkir. Motor tersebut ditinggal di kawasan parkir rumah sakit ketika sedang menebus obat. Walau demikian ia mengaku teledor, karena kunci motor tertinggal di motor. Pasalnya, korban buru-buru lantaran adik yang ikut ke rumah sakit mau mengikuti pembelajaran online.

Atas kejadian tersebut, ia langsung melaporkan kejadian ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Keterangan pihak rumah sakit, kamera CCTV tidak menjangkau area parkir motornya yang hilang.

Menurut korban, pihak rumah sakit, pada posisi motor diparkir tidak ada tukang parkir baik di pintu masuk maupun yang jaga kendaraan. Dan hanya ada tukang parkir di pintu keluar. Jadi kemungkinan yang mengambil bisa keluar dari pintu masuk.

Korban merasa sedikit kesal dengan pernyataan pihak rumah sakit. Lantaran, saat parkir di lokasi tersebut memang tidak ada penjaganya, namun ketika keluar dari RSSI tepatnya di pos pintu keluar selalu diminta uang parkir.

Selanjutnya pihak RSSI hanya memberikan bantuan membuatkan surat keterangan kejadian kehilangan serta dibantu dalam penanganan penyelidikan kepolisian. (WAHYU KRIDA/B-11)