PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng naik 2,65 persen dari 120,44 di Agustus 2021 menjadi 123,63 pada September 2021.

Peningkatan ini terjadi karena didorong oleh kenaikan nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat 3,62 persen, tanaman pangan 1,63 persen, peternakan 1,54 persen, dan perikanan 0,97 persen.

"Hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan nilai tukar 1,63 persen," sebutnya Selasa, 5 Oktober 2021.

NTP tertinggi terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat 144,04 diikuti oleh subsektor peternakan 106,06, perikanan 102,80, hortikultura 98,42, serta tanaman pangan 95,23.

Selanjutnya Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik sebesar 2,68 persen, dari 121,55 pada Agustus 2021 menjadi 124,81 di bulan September 2021.

--page

Kemudian Indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,94 persen atau 134,52 dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 0,28 persen atau 108,81.

Sedangkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) September 2021 yaitu sebesar 109,21 atau mengalami peningkatan 0,30 persen dibanding dengan Agustus 2021. (DONNY D/B-6)