BORNEONEWS, Sampit - Dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan seluruh daerah di Indonesia, sangat berdampak terhadap perekonomian, bahkan di daerah ini mengalami minus.
"Kami akui pertumbuhan ekonomi Kotim alami minus, namun ini terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, karena terdampak pandemi Covid-19," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Rabu 06 Oktober 2021.
Dia menjelaskan pada 2020 pertumbuhan ekonomi Kotim alami minus hingga 3,09. Beberapa sektor usaha yang mengalami konstraksi sangat signifikan yaitu:
1. Sektor usaha konstruksi minus 29,8 persen.
2. Sektor usaha jasa perusahaan minus 27,43 persen.
3. Sektor usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor minus 6,82 persen.
4. Sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum minus 3,67 persen.
"Sektor ekonomi menjadi sektor yang sangat terpukul akibat pandemi. Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat menjadi hambatan utama untuk bangkit ditengah pandemi, namun tidak ada pilihan lain. Karena kesehatan masyarakat yang diutamakan," terangnya.
Meskipun begitu perekonomian harus bangkit dan beradaptasi agar dapat bertahan hidup berdampingan dengan Covid-19 yang masih mengintai di tengah kehidupan bermasyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









