PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menargetkan bisa memanen pedet atau anak sapi yang berasal dari embrio transfer (ET). 

Untuk itulah, sejak beberapa waktu lalu, tim aplikasi Tranfer Embrio (TE) DPKH Kobar sudah melakukan aplikasi secara serentak.

Kabid Perbibitan dan Produksi Ternak, Risanty, Jumat, 8 Oktober 2021 mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan pada 3 sapi resipen yaitu ternak betina yang sehat.

"Di antaranya yaitu di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Baru Mandiri, Desa Kubu, Kecamatan Kumai," kata dia.

Menurutnya, indukan yang menjadi target resipen aplikasi tersebut adalah sapi indukan Brahman Cross (BX) milik P4S Karya Baru Mandiri.

"Embrio yang ditanamkan adalah Belgian Blue, Limousine dan Angus. Risanty juga mengatakan, kegiatan pelaksanaan aplikasi ET merupakan bagian dari rencana kerja DPKH Kobar guna peningkatan kualitas bibit ternak sapi di masyarakat," jelasnya.

Risanty menjelaskan, dalam teknik ET ini, embrio dimasukkan ke dalam alat reproduksi resipien.

--page

"Keunggulan teknik ET dibanding teknologi reproduksi lainnya adalah perbaikan mutu genetik. Karena pada teknik inseminasi buatan  (IB) hanya dari sifat unggul pejantan saja. Tetapi dengan teknologi transfer embrio sifat yang diturunkan berasal dari pejantan dan induk yang unggul," jelas Risanty. 

Sehingga, pada teknik EB ini seekor ternak betina unggul mampu menghasilkan lebih dari 20-30 ekor pedet per tahun.

"Sedangkan pada teknik IB hanya bisa dihasilkan seekor anak sapi per-tahun. Dengan teknik EB ini juga dimungkinkan terjadinya kelahiran ganda. Tahun 2021 di Kabupaten Kobar sudah sebanyak 11 resipen atau indukan sapi sudah menerima aplikasi ET, yang tersebar di Kecamatan Arut Selatan, Kumai dan Pangkalan Lada,” pungkasnya.(WAHYU KRIDA/B-11)