Indonesia berkesempatan menjadi bagian dari uji coba Project Loon dari Google. Yaitu, menerbangkan balon yang memancarkan sinyal internet di atas langit Indonesia untuk memberikan akses online di wilayah terpencil, bekerja sama dengan Indosat.
Balon akan melayang di atas wilayah Indonesia, tepatnya di lapisan stratosfer atau mengambang sekitar 60 ribu kaki di atas bumi. Project Loon akan mengerahkan ratusan balon yang berfungsi sebagai menara sel di langit, namun tak terlihat dengan mata telanjang.
Project Loon tersebut bertujuan untuk memberikan akses kepada 250 juta orang dari 17 ribu pulau, namun hanya 42 juta yang memperoleh akses internet berdasarkan perkiraan Badan Intelijen Amarika (CIA). Kerja sama tersebut pada saat yang sama bertujuan untuk mendukung Indonesia Broadband Plan 2014-2019.
Di samping mengusung misi memberikan akses internet kepada 100 juta orang, juga akan memperkaya Google dengan memperluas potensi penonton dari query.
Yaitu mesin pencari Google, akses video YouTube, layanan Gmail, dan klik pada iklan digital.
Angkat standar hidup
Co-founder Google, Sergey Brin, membayangkan Proyek Loon akhirnya menciptakan jutaan pekerjaan di seluruh dunia. Yaitu, untuk meningkatkan standar hidup bagi orang sekarang-miskin karena mereka bisa mendapatkan online untuk mendidik diri mereka sendiri dan membuat koneksi baru.
“Jarak emosional dunia menyusut, berkat komunikasi yang kita nikmati saat ini,” kata Brin, yang mengawasi lab X sebagai presiden Alphabet.
Meski saat ini project tersebut masih didanai dari pendapatan iklan digital Google. Namun, belakangan ini telah menjadi bagian dari laboratorium independent yang disebut X dan dikelola oleh perusahaan induk baru Google, Alphabet, Inc.
Meski begitu, Project Loon saat ini masih dalam pengujian teknologinya. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan akan mulai menjual layanan internet untuk rumah tangga dan bisnis dalam jangkauan area balon.
(MI/B-1)








