PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tokoh Pemuda Kalimantan Tengah, Heru Hidayat menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan dialog lintas agama yang sangat konstruktif dan mengedukasi.

 "Dialog menjadi bagian penting untuk terus dilakukan dan menjadi sarana pembelajaran serta menjaga kerukunan antara umat beragama" ungkap herus saat menjadi narasumber pada acara Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui virtual Zoom meeting, Sabtu, 9 Oktober 2021

Menurutnya dalam Pancasila terkandung nilai-nilai ajaran Islam yang sangat kuat. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang digali dari para pendiri Bangsa Indonesia memiliki lima esensi, tauhid, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial. 

Sehingga tidak ada keraguan untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta membangun kerukunan antar umat beragama.

Heru mengatakan falsafah huma betang yang telah diimplementasikan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah sejak dulu menjadi inspirasi dan semangat kebersamaan yang harus terus dijaga dan diikuti oleh generasi saat ini agar terjalin hubungan yang saling menghormati, menghargai, toleransi, tolong menolong, tenggang rasa dan bahu membahu memperkuat persatuan.

--page

"Kepada para peserta dialog saya harapkan agar saling mengenal, memahami, menghormati, menghargai, berkunjung, dialog, berkolaborasi dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pesanannya.

Sementara itu Wakil Presiden BEM UPR, Restu Ronggo Wicaksono menyampaikan bahwa sangat menginspirasi dan bermanfaat apa yang disampaikan oleh Heru Hidayat sebagai narasumber dan lainnya dalam dialog lintas agama tersebut. 

"Kami harapkan kegiatan seperti ini agar banyak yang mengetahui dan saling menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila," ucapnya.

Dialog tersebut mengambil Tema "Integrasi Umat Beragama di Bumi Tambun Bungai dalam Merefleksikan Nilai Pancasila" yang dihadiri oleh narasumber lainnya seperti Romo Yohanes Lulus Widodo Pastor, Staf Pengajar Seminari Raja Damai Palangka Raya), Parada L.KDR S.Ag, M.Si Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya), Yorgen Kaharap Nahan, M.Si Akademisi UPR) dengan peserta dari kalangan mahasiswa dan para pemuda. (APRIANDO/B-6)