BORNEONEWS, Kuala Kurun - Balai Veteriner Banjarbaru bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah mengambil sampel, pasca kematian sejumlah babi di Kabupaten Gumas.
“Pengambilan sampel dilakukan di sejumlah desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Gumas pada tanggal 7-8 Oktober 2021 lalu,” ujar Kepala Distan Kabupaten Gumas, Letus Guntur, Minggu 10 Oktober 2021.
Pengambilan sampel dilakukan di wilayah dengan asumsi aman atau tidak ada laporan kematian ternak babi dan juga di daerah terjangkit atau ada laporan ternak babi sakit.
Untuk pengambilan sampel daerah aman/ tidak ada laporan kejadian penyakit ternak babi yakni di Desa Tumbang Empas dan Tuyun, Kecamatan Mihing Raya.
Sedangkan pengambilan sampel daerah terjangkit yakni di Kelurahan Kuala Kurun dan Desa Tumbang Hakau, Kecamatan Kurun, serta di Kelurahan Kampuri dan Desa Dahian Tambuk di Kecamatan Mihing Raya.
--page
“Kita tunggu saja hasilnya nanti seperti apa. Untuk saat ini peternak kami imbau menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, beberapa babi di sejumlah desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Gumas dilaporkan sakit dan mati. Diduga, babi tersebut terserang penyakit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). (MAGANG/B-5)









