BORNEONEWS, Kuala Kurun – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menekankan pentingnya pelaksanaan biosecurity untuk mencegah penularan penyakit pada ternak.
“Sejumlah babi di wilayah Kabupaten Gumas sakit dan mati, diduga terkena penyakit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Jadi kami imbau kepada peternak untuk melakukan biosecurity,” ujar Kepala Distan Kabupaten Gumas, Letus Guntur, Minggu, 10 Oktober 2021.
Budidaya ternak biosecurity merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencegah penyakit masuk ke dalam peternakan ataupun menyebar ke luar peternakan.
Dia menuturkan, biosecurity bisa dilakukan oleh peternak dengan menyemprotkan desinfektan, terutama di kandang dan lingkungan sekitar kadang.
Desinfektan dijual bebas di toko bahan dan alat pertanian atau bisa juga dibuat sendiri dengan detergen atau mencampur bayclin dengan air untuk penyemprotan lantai dan dinding kandang.
--page
“Selain itu diharapkan untuk tidak membuang bangkai babi yang mati ke lingkungan sekitar atau sungai. Sebaiknya bangkai tersebut dikubur untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit,” tukasnya. (MAGANG/B-7)









