BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi PKB DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi menyebutkan masalah antara koperasi Garuda Maju Bersama dengan PT Karya Makmur Abadi tidak akan pernah selesai jika tidak ditangani secara serius.
Dari itu dirinya mendukung penyidik Polda Kalteng mengusut tuntas laporan yang dilayangkan pengurus koperasi Garuda Maju Bersama (GMB) kepada PT Karya Makmur Abadi (KMA).
"Kami dukung penuh jajaran Polda Kalteng untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut," kata Abadi, Senin, 11 Oktober 2021.
Selain itu kata dia juga sangat jelas disebutkan bahwa plasma seluas 1.080 hektare tersebut merupakan syarat penerbitan HGU.
"Maka dari ini saya minta kepada penegak hukum agar usut tuntas kasus ini, sehingga ada rasa keadilan bagi masyarakat selaku anggota koperasi yang selama ini hak mereka diabaikan oleh perusahaan," tegasnya.
--page
Kasus antara PT KMA dengan Koperasi GMB kembali mencuat atas tindaklanjut dari laporan pengurus koperasi bulan lalu ke Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng).
Laporan pengurus koperasi GMB terkait adanya dugaan pemalsuan serta adanya indikasi telah terjadinya konspirasi mafia tanah. Di mana kini, kasus tersebut telah ditangani serta sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian Polda Kalteng.
Menurut Isa Rudianto selaku Sekretaris Koperasi GMB, laporan pihaknya melaporkan masalah itu ke Polda Kalteng terkait dugaan pemalsuan surat kesepakatan dan indikasi soal perizinan atas tanah.
"Kemarin pihak kepolisian dari Polda Kalteng sudah melakukan pengecekan lapangan serta memastikan titik koordinat atas lahan cadangan koperasi GMB, sesuai dengan Surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (ATR-BPN RI) Nomor 73/HGU/KEM-ATR/BPN/2016," kata Isa, Minggu, 10 Oktober 2021.
Selain pengecekan lahan cadangan lanjut Isa, penyidik dari Ditkrimum Polda juga sudah memeriksa semua pelapor guna dimintai keterangan dilakukan penyelidikan ke tahap pemeriksaan lebih lanjut.
--page
Sementara itu Legal PT KMA Yasmin saat dikonfirmasi terkait turunnya tim Polda ke lapangan mengaku tidak mengetahui.
"Tidak ada mereka turun," ucap Yasmin.
Namun demikian terkait adanya laporan pihak koperasi dirinya membenarkan. "Tapi laporannya tidak jelas juga," tandasnya. (NACO/B-5)









