SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kejadian ular jatuh dari plafon rumah warga di Gang Keluarga, Jalan Usman Harun, Kecamatan Baamang, saat warga sedang arisan, membuat panik seisi rumah, Jumat, 8 Oktober 2021. Kini penghuni rumah pun menjadi trauma semenjak kejadian itu.

"Sejak itu, saya menjadi takut. Masih terbayang binatang bersisik itu saat sembunyi di kolong lemari. Ih geli," ungkap Herlina, penghuni rumah yang kejatuhan ular dari plafon, Senin, 11 Oktober 2021. 

Berdasarkan keterangan warga, sekitar di kawasan itu memang sering terjadi kemunculan ular. Bahkan, tidak hanya ular, hewan liar lain juga pernah terlihat seperti biawak, karena sekitar kawasan itu dekat dengan sungai. 

"Sudah sering sebelumnya di tempat tetangga sebelah juga ada, sampai ditombak," katanya. 

Herlina menceritakan, saat kejadian pihaknya menggelar yasinan dengan ibu-ibu kompleks permukiman tersebut. Tiba-tiba saja terdengar suara benda jatuh.

--page

"Cucu saya teriak, 'nek ada ular' setelah kami lihat ular tersebut langsung melata ke kolong lemari. Anggota arisan lain pun ketakutan," katanya.

Sebelumnya, seekor ular sanca sepanjang 4 meter tiba-tiba jatuh dari atas plafon rumah warga di Jalan Usman Harun, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan  Baamang. Tentu saja penghuni rumah yang saat itu menggelar arisan panik 

Pemilik rumah pun meminta bantuan  kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur, untuk menangkap ular tersebut. (USAY NOR RAHMAD/B-5)