PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng), Syaifudi menekankan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan secara terbatas.

Pembatasan ini merujuk pada pengaturan lembaga pendidikan terkait kehadiran peserta didik di sekolah, baik pengaturan jumlah siswa secara langsung atau luring maupun secara virtual atau daring.

“Metode yang digunakan daring dan luring, tatap muka dan tatap maya,” jelas Syaifudi, Senin 11 Oktober 2021.

Dia mencontohkan satu ruang kelas yang normalnya 36 siswa, di masa pandemi ini dengan status PPKM Level 2 dan Level 3, dibagi 50 persen saja, yakni 18 orang didalam kelas dan 18 siswa di rumah. “Jadi ada daring dan ada luring,” jelasnya.

Langkah pembelajaran yang telah dicanangkan dan dilaksanakan untuk jenjang SMA, SMK dan SLB ini akan terus dilakukan evaluasi.

--page

“Harapan kita setiap waktu kita evaluasi, kalau berjalan dengan baik, tidak ada temuan macam-macam, persentase kehadiran lebih ditingkatkan lagi, mungkin jadi 60 persen dan 40 persen yang daring,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)