BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mempersiapkan wilayah Bumi Handep Hapakat menjadi salah satu Daerah Fokus Stunting pada tahun 2020.
Hal tersebut disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Pulpis drg Sopiah, belum lama ini. "Tahun 2022 Kabupaten Pulang Pisau akan menjadi daerah fokus stunting. Harapan kita, dengan dukungan pemerintah pusat, mulai sekarang ini kita mulai deteksi dini dalam rangka menyambut program tersebut," ucap drg Sopiah.
Ia mengatakan pandemi Covid 19 telah banyak menghambat program pihaknya dalam memaksimalkan kegiatan, termasuk kondisi pertemuan tatap muka langsung, sehingga program percepatan penurunan angka stunting banyak mengalami kendala.
Namun demikian kata Sopiah, pada pijaknya tetap fokus pada peningkatan kapasitas petugas pengelola program gizi di Puskesmas dan Kader penanganan Stunting agar dapat maksimal untuk penanganan stunting di Pulang Pisau.
"Dengan peran Kader, maka akan di dapat deteksi dini kejadian yang ada disekitar lingkungan kita dan Kader inilah yang menjadi garda terdepan dalam mensukseskan program penurunan angka stunting di daerah kita,” Kata Sopiah.
--page
Ia juga mengungkapkan belum lama ini pihaknya menggelar kegiatan pertemuan peningkatan kapasitas petugas pengelola program gizi puskesmas dan kader dalam upaya deteksi dini stunting dan pelaporan di aplikasi si gizi terpadu tingkat Kabupaten Pulang Pisau.
Kegiatan yang dilaksanakan di Dinkes Pulpis itu, diikuti peserta kader gizi dan posyandu dari 8 wilayah kecamatan se-Kabupaten Pulang Pisau dengan waktu pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 3 hari.
"Menghapuskan angka tingginya stunting ini merupakan upaya penyelamat generasi bangsa yang kuat sebagaimana dimaksudkan bahwa berawal dari kesehatan yang maksimal itu dimulai dari lingkungan terkecil," tutupnya. (ang)









