PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran menilai untuk mengoptimalkan pendidikan perlu langkah langkah strategis.

Salah satunya adalah pemenuhan tenaga pendidik untuk memenuhi kebutuhan di seluruh sekolah yang ada di Kalteng.

“Sesuai kewenangan yang diberikan, bahwa SMA/SMK dan SLB merupakan kewenangan provinsi, maka perlu harus dilakukan langkah strategis untuk pemenuhan tenaga pendidik,” sebut Sugianto dalam keterangan rilisnya baru baru ini.

Ia meyakini jika rasio antara tenaga pendidik, peserta didik dan satuan pendidikan berimbang proses pembelajaran dapat berjalan maksimal.

“Rasio guru dengan satuan pendidikan yang ada serta jumlah peserta didik berimbang dan logis, agar tujuan penyelenggaraan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal,” tambahnya.

--page

Pemprov Kalteng mencatat di antaranya Tahun 2016 hingga 2017  jumlah sekolah yang terakreditasi A dan B di Kalteng  sebesar 48,18 persen, meningkat signifikan menjadi 76,57 persen pada tahun 2018-2019.

 Sedangkan rasio jumlah tenaga pendidik Sugianto menetapkan kebijakan untuk melakukan pengangkatan 2.502 guru tidak tetap dan 1.185 pegawai tidak tetap untuk satuan Pendidikan SMA dan SMK yang  tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/B-5)