BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bunda PAUD Kobar, Mina Irawati Ahmadi Riansyah berpesan kepada pendidik atau guru agar selalu memantau penerapan protokol kesehatan seiring dengan diberlakukannya pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas pada jenjang PAUD di kabupaten setempat.
Menurutnya, dengan kembali dilakukannya PTM, akan menambah semangat belajar anak-anak dan juga meningkatkan motorik anak. Kemudian juga anak lebih bisa bersosialisasi dengan teman dan juga gurunya secara langsung.
"PTM terbatas untuk PAUD sederajat sudah mulai setelah mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19. Tentunya kami menyambut baik dan dan juga senang, termasuk para orang tua anak ini mereka juga sangat senang," kata Mina Irawati pada Rabu, 13 Oktober 2021.
Selanjutnya, pihaknya terus berupaya akan terus membimbing dan mengimbau kepada keluarga sekolah, khususnya para pendidiknya agar meningkatkan pengawasan yang ketat, kepada anak-anak untuk menerapkan protokol kesehatan.
"Jadi wajib melaksanakan gerakan 5M Covid-19 sebagai pelengkap aksi 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi," ungkapnya.
--page
Sebelum diberlakukanya PTM terbatas, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan utama, pertama soal kesiapan pengajar dan kedua soal kesiplinan prokes.
"Kedua hal tersebut setidaknya sudah kita persiapkan dengan matang, untuk gurunya sudah kita ajakan pelatihan dan prokesnya disiapkan Sarpras penunjangnya," ungkapnya.
Menurut Mina Irawati, dari hasil pantauan sebelum PTM diberlakukan, banyak kaum ibu rumah tangga yang mengeluhkan tentang anak-anaknya yang ingin kembali sekolah.
"Bahkan, banyak anak-anak yang bangun pagi kemudian pakai baju seragam sendiri, bilang ke mamahnya. Hayo mah antar ke sekolah. Nah, disitulah kaum Ibu merasa sedih, karena saat anaknya tidak boleh sekolah mereka nangis," ceritanya.
Istri Wakil Bupati Kobar itu juga mengakui perbedaan antara pembelajaran melalui daring dengan tatap muka di sekolah. Kalau belajar di rumah, mental dan karakter anak kurang berkembang secara optimal sesuai usianya. Tapi anak-anak kalau kembali kesekolah, mental dan karakternya semakin berkembang karena bertemu dengan guru dan teman sebayanya.
"Jadi sebelum PTM diberlakukan, anak-anak sangat kehilangan masa emasnya, dimana mereka seharusnya berinteraksi di sekolah justru malah di rumah . Maka, dengan adanya rekomendasi dari Satgas Covid-19 kami sangat menyambut baik dan kami juga akan rutin mengevaluasi perkembangannya," pungkasnya. (DANANG/B-7)



