BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), harus tertunda vaksinasi Covid-19. Hal itu dampak dari tensi darah mereka lebih dari 140/100.
"Kebanyakan dampak dari gugup, dan khawatir saat hendak divaksin. Sehingga, membuat tensi darah mereka tinggi," ujar tenaga kesehatan dr Ratih Eka Fitri yang bertugas melakukan vaksinasi di SMPN 2, Kamis, 14 Oktober 2021.
Dirinya mengungkapkan, batas maksimal tenis darah bagi para pelajar yang akan divaksin yakni 140/100 dan nadi 115. Namun, yang mereka temukan cukup banyak lebih dari batas normal tersebut.
Berkaca dari itu, mereka tidak berani memaksakan. Oleh sebab itu, memilih menunda lebih dulu hingga tensi dan nadi pelajar normal.
"Terpaksa kami tunda dulu bagi mereka yang memiliki tensi tinggi," kata Ratih.
--page
Sementara itu, di SMPN 2 hingga siang, setidaknya ada 15 pelajar yang terpaksa ditunda vaksinnya. Penyebabnya sama, yakni tekanan darah dan nadi tinggi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









