SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kasus aktif covid-19 di Kabupaten Sukamara semakin mennurun. Pada 13 Oktober 2021, hanya tersisa 9 pasien yang masih dalam perawatan.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, untuk wilayah kita sudah tidak ada penambahan kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara, Ari Junita, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ari menuturkan, sebelumnya, Bumi Gawi Barinjam sempat mengalami peningkatan kasus yang cukup tinggi. Bahkan di bulan Juli 2021, kenaikan perharinya mencapai 114 kasus dan ini menjadi jumlah tertinggi yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

"Alhamdulillah dengan upaya-upaya yang dilakukan akhirnya kasus di Kabupaten Sukamara semakin berkurang," tuturnya.

Diketahui, dari 9 pasien yang tersisa, sebarannya beradai Kecamatan Sukamara 5 orang, Kecamatan Jelai 1 orang, Kecamatan Pantai Lunci 2 orang dan Kecamatan Permata Kecubung 1 orang.

--page

Sementara itu, Sekda Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan, Kabupaten Sukamara masih menjalankan pengetatan PPKM. Oleh sebab itu, dia mengingatkan agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan.

"Harapan kita, masyarakat tidak lalai dalam masalah ini. Mencegah tertularnya covid-19 adalah dengan prokes, karena kita sekarang belum herd immunity," pinta Rendy.

Menurut Rendy, agar level pengetatan PPKM bisa turun, maka vaksinasi covid-19 harus bisa mencapai diangka 50 persen. Untuk saat ini, vaksinasi covid-19 tahap pertama di wilayah tersebut telah mencapai 43,4 persen.

"Untuk dapat turun ke level 2, vaksin tahap satu sudah wajib minimal 50 persen dan manula 60 tahun minimal 40 persen," tukasnya. (NORHASANAH/B-7)