BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kondisi jalan dengan panjang sekitar 100 meter di Gang Bayah, Jalan Padat Karya, RT 01, Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah cukup memprihatinkan.
Terkait itu, masyarakat berharap perhatian pemerintah daerah untuk peningkatan jalan, dengan tujuan kelancaran aktivitas warga.
Bahkan warga setempat bergotong royong untuk membuat jalan titian dari kayu agar bisa dilewati karena sering terendam air. Namun, saat ini hanya bisa untuk berjalan kaki.
Salah satu warga di Gang Bayah, Rahmad mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Pasalnya, lokasi itu sudah belasan tahun ditinggali penduduk.
"Anak kami hendak pergi sekolah pun harus digendong kalau sudah musim air tinggi atau hujan. Sepeda motor pun diparkir di depan gang sana, tidak bisa masuk," kata Rahmad, Jumat 15 Oktober 2021.
Dia menceritakan kerap khawatir ketika malam hari ingin keluar rumah, karena jalan kerap tergenang air hingga lutut dan licin. Belum lagi dikhawatirkan ada binatang yang berbahaya.
"Harapan kami bisa diperbaiki secepatnya, sehingga anak sekolah nyaman berangkat," ucapnya.
--page
Sementara itu, Ketua RT 01 Kelurahan Barimba Ahmad Yunani, pun membenarkan kondisi jalan tersebut memprihatinkan, sehingga dia mengharapkan usulan peningkatan jalan tersebut bisa direalisasikan.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kapuas, Franco B Dehen menyampaikan sudah mengusulkan dan memperjuangkan untuk pembangunan dan peningkatan jalan Gang Bayah pada APBD Perubahan tahun 2021.
"Memang jalan ini sudah kita perjuangkan dan diusulkan sejak perubahan anggaran bahkan saya pribadi menyatakan itu pasti. Saya ikut rapat di komisi III dan itu masuk dananya Rp150 juta. Pada perjalanannya saya tidak tahu itu ternyata hilang dan dicoret," ucap Franco kepada wartawan.
Seperti apa yang disampaikan masyarakat, lanjut politisi dari PDI Perjuangan ini bahwa jalan tersebut urgent atau prioritas sesuai realita itu benar adanya belasan tahun tidak pernah diperhatikan.
"Itu yang saya tahu kondisi ini. Makanya di perubahan saya anggarkan. Di ujung perjalannya dicoret. Bahkan yang saya sesalkan pekerjaan yang tidak tahu juntrungannya seperti rehabilitasi pemeliharaan sungai itu malah yang dipertahankan," ucapnya.
Sedangkan, lanjut pria yang akrab disapa Favo ini, untuk kepentingan masyarakat jalan yang sangat prioritas ini perlu direalisasikan.
"Mengingat sampai sepeda motor di parkir di depan gang, anak sekolah digendong bahkan kalau ada yang melahirkan terpaksa pelan-pelan. Karenanya saya harapkan apa yang sudah diusulkan itu dikembalikan. Agar masyarakat bisa merasakan," harapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)








