BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sungguh mengiris hati ketika mendengar seorang yang sudah tua renta harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal seorang diri, bahkan sampai di akhir hidupnya.
Seperti seorang kakek bernama Juhriansyah (62) ini. Dia ditemukan sudah meninggal dan sudah dalam keadaan membusuk di kediamannya, di Jalan Ahmad Wongso, Gang Terong RT 19, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu 13 Oktober 2021 sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan penelusuran tim Borneonews, rumah kakek Juhriansyah (62), berada di ujung Gang Terong RT 19, Kelurahan Madurejo.
Posisi rumahnya paling terkahir dari tiga rumah dan sedikit menjorok di sudut gang. Rumah yang terbuat dari beton dan bercat hijau, sedikit kurang terawat tersebut telah digaris polisi.
Tim mencoba mencari informasi dari tetangganya, namun 2 rumah yang tepat berdampingan dengan rumah korban, enggan memberikan keterangan.
--page
Kemudian ada tetangga rumah kakek Juhriansyah yang agak jauh, sedikit memberikan keterangan kepada tim. Namun, ia tidak tau banyak seperti apa kronologisnya, karena saat itu sedang bekerja. Namun, sepengetahuannya, semasa hidupnya kakek tersebut dikenal baik.
"Pak Juhriansyah dikenal baik, tapi memang beliau tinggal seorang diri dan tidak ada keluarganya. Waktu kejadian penemuan beliau sudah meninggal, saya tidak di rumah karena masih kerja," kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengungkapkan jika sebelum kakek Juhriansyah ditemukan meninggal, belum lama ini istrinya meninggal terlebih dulu karena kecelakaan. Sepengetahuannya, ada anak dari istrinya untuk keberadaanya ia tidak tahu, termasuk kelurga beliau.
"Tadi sempat ada anak dari istrinya kakek Juhriansyah datang ke rumahnya, tapi tidak tau keluar kemana lagi," tuturnya.
Kemudian tim mencoba mencari informasi dari Ketua RT setempat dan baru hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021 bisa dihubungi.
--page
Sigit, selaku Ketua RT 19 menyampaikan bahwa sebelum ditemukan meninggal, kakek Juhriansyah sempat mengeluhkan sakit dada dan keluhan sakit itu sudah dialaminya cukup lama.
"Memang posisi beliau sudah sering ngeluh sakit dada. Jadi kemarin sebelum ditemukan meninggal, sempat bilang ke tetangganya kalau sakit dadanya, yaitu hari Sabtu, kemudian sejak Minggu sampai Rabu tidak keluar rumah. Kemudian tetangganya curiga dan ternyata beliau sudah ditemukan meninggal," jelasnya.
Ia mengungkan memang beliau tinggal sendiri, tidak ada keluarga atau anaknya. Kesehariannya beliau bekerja serabutan. Sebelumya, ia bekerja sebagai tukang senso atau motong kayu dan sudah lama tidak bekerja.
"Kerjanya buruh kasar aja, kalau ada yang nyuruh misalnya bersih - bersih rumah atau taman ya kerja, kalau tidak ya tidak kerja," ungkapnya.
Diberitakan, Kasat Reskrim AKP Rendra Adhytia Dani mengatakan, jika kakek Juhriansyah (62) ditemukan meninggal dan sudah membusuk di rumahnya.
Berdasarkan keterangan saksi, penemuan mayat tersebut sebelumya adanya kecurigaan, karena beberapa hari korban tidak nampak aktifitas, sehingga saksi berinisiatif menyampaikan ke Group Jemaat GKE lingkungan IV dan melaporkan ke Polsek Arut Selatan.
Selanjutnya, bersama - sama petugas membuka pintu rumah yang dalam kondisi terkunci. Bau menyengat muncul dari didalam kamar rumah dan diketemukan lah korban dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk.
"Jadi diperkirakan jenazah meninggal sekitar 5 hari yang lalu dan dari hasil pemeriksaan dokter Mahadi Puskesmas Madurejo, korban dinyatakan negatif Covid 19," pungkasnya. (DANANG/B-6)









