BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan, Yulhaidir menyampaikan bahwa pada masa pandemi Covid-19 saat ini, ia lebih banyak berkantor di rumah jabatannya.
Menurutnya, berkantor di rujab merupakan inisiatifnya untuk lebih memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dari semua lapisan.
“Ada masyarakat yang menanyakan, kenapa berkantornya di Rujab Bupati, tidak di kantor Bupati. Saya katakan, apa bedanya, yang penting pelayanan kepada masyarakat dan urusan pemerintahan tetap terlaksana dan berjalan dengan baik,” katanya, Sabtu, 16 Oktober 2021.
Menurut Yulhaidir, jika sepenuhnya ia berada di kantor Bupati, masyarakat kecil jarang mau kesana. Sebab, harus pakai kendaraan, jaraknya lumayan jauh, tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jika di rujab, sambungnya, mudah masyarakat bertemu.
Kemudian, di Kantor Bupati Seruyan tempatnya lebih sempit dan sulit untuk masyarakat mengantre. Berbeda dengan di rujab, tempatnya lebih luas dan nyaman untuk menerima masyarakat baik pagi, siang, sore hingga malam hari.
--page
“Apalagi situasi Covid-19 seperti sekarang ini, kita harus menjaga jarak, maka perlu tempat yang luas untuk melayani masyarakat. Karena itulah, saya berinisiatif mengapa sehari-hari saya lebih banyak berkantor di rujab,” terangnya.
Yulhaidir ingin seluruh masyarakat Seruyan terakomodir semuanya, tidak hanya orang-orang tertentu dan pejabat, masyarakat kecil juga butuh perhatian.
“Kita inikan ingin pelayanan yang baik, cepat, tepat, prosedur. Yang dilayani bukan hanya pejabatnya, tetapi masyarakat kecil pun perlu dilayani, karena mereka juga butuh perhatian, butuh waktu untuk menyampaikan aspirasinya,” katanya.
Yulhaidir menginginkan persoalan tersebut jangan di salah artikan. Kantor Bupati tetap digunakan oleh Bupati pada saat ada acara ataupun rapat-rapat penting Pemkab Seruyan.
“Saya sering saja ke kantor Bupati, kadang-kadang saya gunakan untuk rapat-rapat penting. Intinya semua pelayanan tetap berjalan dengan baik ,” tandasnya. (FAHRUL/B-7)









