BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penataan lapak pedagang di Pasar Semi Modern Indra Sari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat masih perlu terus dilakukan. Pasalnya, keberadaan puluhan lapak pedagang di lorong jalan serta samping kanan dan kiri gedung pasar dikeluhkan pengunjung.
Lapak-lapak pedagang tersebut dinilai berada di tempat yang tidak seharusnya. Karena lahan yang digunakan dikhususkan untuk parkir kendaraan pengunjung.
Akibatnya, selain jalan masuk dan keluar menjadi sempit, keberadaan mereka membuat kawasan pasar terkesan kumuh.
Salah seorang pengunjung pasar, Arodi berharap agar instansi terkait mengambil sikap tegas dengan menata dan menyesuaikan lahan sesuai peruntukannya.
"Ditata lebih baik lagi, antara lapak pedagang dan parkir kendaraan harus terpisah, kalau saat ini bergabung menjadi satu jadi nampak semrawut," keluh Arodi, Sabtu, 16 Oktober 2021.
Kepala Disperindagkop, UKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat Alfa Husaini mengaku keberadaan lapak-lapak liar tersebut sejatinya tanpa ada koordinasi dengan dinas pasar.
Agar pasar dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berbelanja masyarakat, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan leading sector terkait.
--page
"Nanti kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk parkirnya. Dan untuk lapak pedagang yang berada di tempat tersebut, kita tidak tahu siapa yang mengkoordinirnya," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Barat Fitriyana menegaskan rencananya pada bagian atas pasar Indra Sari nantinya akan dipugar dan dijadikan sebagai tempat parkir pengunjung.
Namun nantinya, pengelolaan sepenuhnya tidak lagi di Dinas Perhubungan tetapi berada di dinas pasar.
"Nanti kan parkir dipindah semua ke lantai atas Pasar Indra Sari, sehingga tidak ada lagi parkir di bawah," tandasnya. (DANANG/B-11)









