KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Rayaniatie Djangkan mengapresiasi peternak babi yang mengikuti arahan dari Dinas Pertanian (Distan) setempat, terkait dugaan penyakit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

“Ratusan ternak babi di Kabupaten Gumas mengalami sakit dan mati dalam beberapa minggu terakhir, yang diduga terserang ASF. Distan sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal itu dan saya lihat peternak mengikuti arahan tersebut,” ujarnya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dia menuturkan, dari pantauannya, sejumlah peternak mengubur babi mereka yang sakit dan mati karena diduga terserang ASF. Peternak juga tidak menjual ternak babi yang sakit dan mati karena terserang ASF.

Oleh sebab itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan apresiasi kepada peternak-peternak yang mengikuti arahan dari Distan Kabupaten Gumas tadi.

Dia pun meminta kepada peternak agar segera melaporkan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah setempat atau ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, apabila ada babi yang sakit atau mati dalam jangka waktu 1x24 jam.

--page

“Yang tak kalah penting adalah membersihkan kandang dan lingkungan sekitar, dengan menggunakan cairan desinfektan,” tukasnya. (MAGANG/B-11)