BORNEONEWS, Palangka Raya - Ide Bupati Sukamara, Windu Subagio untuk membudidayakan udang Vaname mulai menunjukan perkembangan yang menggembirakan.
Di tahun pertama atau 2020, jumlah produksi Vaname sebanyak 13.651 Kg atau 13,65 ton. Jumlah produksi ini berasal dari 2 RTP (rumah tangga perikanan).
Kemudian tahun ini jumlah produksi Vaname meningkat mencapai 62.124,40 Kg atau 62,12 ton. Jumlah produksi ini berasal dari 5 RTP per 7 Oktober 2021.
Kepala Dinas Perkinanan Kabupaten Sukamara, Fandedi S melalui Kasi Usaha dan Kelembagaan, Sri Wahyuni menuturkan meningkatnya produksi udang karena tahun ini ada penambahan 3 RTP yang aktif budidaya vaname.
Capaian ini menurutnya merupakan progres yang positif buat pemerintah daerah, karena sebagai tolak ukur keberhasilan dari program stimulus yang sudah diberikan.
--page
"Animo masyarakat untuk ikut mencontoh atau mengadopsi teknologi budidaya udang Vaname sangat antusias. Kita harapkan jumlah pembudidaya terus bertambah," sebut Sri Wahyuni, Senin 18 Oktober 2021.
Awalnya, produksi Vaname dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakkan) di Desa Sungai Cabang Barat dan Desa Sungai Pasir hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, khususnya Sukamara dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Namun karena jumlah produksinya kian meningkat, sehingga para pelaku pasar domestik juga meliriknya. Alhasil, kini produksi undang Vaname asal Sukamara sudah merambah ke pasar domestik.
"Saat ini pemasaran Vaname sudah sampai ke Juwana, Kabupaten Pati (Jawa Tengah) dan Ancol (Jakarta Utara) serta Pontianak (Kalbar)," tutur Sri Wahyuni.
Perbanknan dan KKP Fasilitasi Permodalan
Terus meningkatnya hasil produksi serta pemasarannya yang bagus, sehingga program pengembangan budidaya udang di wilayah pesisir Sukamara ini mulai dilirik oleh pihak perbankan.
--page

Bahkan bank milik pemerintah daerah yakni Bank Pembangunan Kalteng Cabang Sukamara juga sudah menyediakan program skema kredit usaha bagi Pokdakkan untuk pengembangan Vaname.
Tak hanya itu pemerintah pusat juga sudah menyediakan akses permodalan bagi pelaku usaha pembudidaya udang melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelolaan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP-KKP).
"Tapi sampai saat ini belum ada yang tersalurkan karena masih proses pengajuan. Bisa berkelompok atau perorangan. Kami berharap program pembiayaan dari perbankan dan KKP segera terserap, sehingga nantinya usaha para pembudidaya Vaname makin maju dan berkembang," tandasnya. (ROKIM/B-6)









