SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penanganan stunting di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi salah prioritas pemerintah daerah. Begitu juga bagi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di daerah ini, harus memperhatikan hal tersebut. 

"Stunting harus menjadi perhatian seluruh pihak, terutama TP-PKK di Kotim. Karena dari 10 program pokok PKK, salah satunya penanganan gizi buruk," ujar Bupati Kotim Halikinnor saat menyampaikan sambutan pada pelantikan ketua TP-PKK kecamatan, Senin, 18 Oktober 2021. 

Dia meminta agar camat dan istrinya yang menjadi ketua TP-PKK kecamatan, bisa berkolaborasi untuk menjalankan program penanganan stunting. Sebab, hal itu sangat dibutuhkan agar tumbuh kembang anak-anak di Kotim semakin baik kedepannya. 

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini, ada 29 desa di Kotim yang merupakan lokus stunting. Hal itu dikarenakan secara bertahap, angka stunting di Kotim sudah mulai turun. 

Dari sebelumnya yang mencapai 48%, turun menjadi 27% pada 2020 lalu. Mudah-mudahan, lanjut dia, tahun ini dan 2022 mendatang, penurunan akan kembali terjadi. 

--page

"Jika semua pihak bergandengan dan bertekad, maka penanganan stunting di Kotim akan berjalan baik kedepannya," terang Halikinnor. 

Sekadar diketahui, Kotim sudah dua kali mendapatkan penghargaan penanganan stunting terbaik di Kalimantan Tengah (Kalteng) meskipun daerah ini memiliki kasus tertinggi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)