PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Muhamad Aswani mengatakan, tidak ada pelajar terpapar Covid-19 selama simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Ada 9 SMP yang telah melakukan simulasi PTM dan tidak ada siswa yang terpapar Covid-19," katanya, Senin 18 Oktober 2021.

Sementara itu, untuk pelaksanaan PTM, masing-masing sekolah dapat memilih mau melaksanakannya atau tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Aswani menjelaskan, dalam Surat Edaran Nomor 420/568/870.Um-Peg/IX/2021, satuan pendidikan yang ingin melaksanakan uji coba PTM terbatas, diharuskan untuk segera melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan.

Satuan pendidikan juga diwajibkan untuk mengisi daftar periksa yang termuat pada laman data pokok pendidikan.

--page

PTM terbatas juga dilaksanakan dengan mengacu kepada Keputusan Wali Kota Palangka Raya Nomor 188.45/268/2021 tentang penerapan panduan penyelenggaraan PTM terbatas tahun 2021/2022.

Semua guru dan tenaga kependidikan harus telah selesai mendapatkan vaksin Covid-19 sebagai upaya agar terlindungi dari penularan virus korona.

Setiap sekolah yang melaksanakan PTM terbatas juga harus memiliki fasilitas protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jika terdapat klaster dalam pelaksanaan PTM terbatas maka, satuan pendidikan tersebut akan ditutup sementara. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penularan yang lebih luas lagi.

"PTM terbatas juga menyesuaikan kondisi dan perkembangan kasus aktif Covid-19. Jika terjadi tren peningkatan kasus aktif Covid-19, maka PTM terbatas akan dihentikan," pungkasnya. (HENDRI/B-7)