PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun, saat ini wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, memasuki musim penghujan, oleh sebab itu diingatkan agar waspada terhadap banjir.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Aqil Ihsan mengatakan, saat ini di Kobar sudah masuk musim penghujan, mengingat pancaroba atau peralihan musim sudah lewat, karena di wilayah Kobar sudah memasuki musim hujan sejak September 2021 dasarian ke II lalu.

"Mengingat puncak musim penghujan Kobar bagian Selatan pucaknya di bulan Desember, sementara Kobar bagian Utara puncak musim hujan pada Maret tahun depan. Maka dalam beberapa bulan kedepan harus selalu waspada banjir yang mengintai dan bencana ikutan lainnya," kata Aqil Ihsan, saat dikonfirmasi pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Kemudian, ada perkiraan La Nina di wilayah Indonesia, jadi kemungkinan berdampak juga dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Lanjutnya, meskipun memasuki musim penghujan, namun beberapa hari terakhir ini masih terjadi panas. Bahkan sempat ada berita Hoaks terkait gelombang panas terjadi di wilayah Kobar. Untuk itu, perlu diketahui bahwa wilayah di Indonesia tidak pernah terjadi gelombang panas.

--page

Aqil menjelaskan, suhu udara yang terasa panas, itu terjadi akibat dari posisi matahari yang jarang berada tepat di atas equator, dan pada bulan September matahari seolah bergerak ke arah Selatan.

Sementara pada bulan Oktober, ketika matahari seolah-olah berada di sebelah Selatan garis khatulistiwa, radiasi sinarnya meluas dan berakibat suhu udara di beberapa wilayah di Bumi lebih panas.
"Hal itu lebih ke gerak semu matahari juga, posisi matahari dari Equator pada September mulai menuju ke belahan bumi Selatan," terangnya.

Kendati demikian, kondisi yang saat ini dirasakan oleh masyarakat di Kobar adalah kondisi normal bila mengacu ke gerak semu matahari, maka gerakannya akan terus menuju ke arah Selatan sampai Desember nanti.

Ia juga mengatakan, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

"Potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," ungkapnya.

--page

Ia menyebut berdasarkan ikhtisar cuaca di Kabupaten Kotawaringin Barat periode Oktober 2021 suhu udara pada tanggal 11 Oktober 2021 mencapai 32,4 derajat Celcius, kemudian 12 Oktober 33,4 derajat, 13 Oktober 33,6 derajat.

Dan pada tanggal 14 dan 15 Oktober sempat menurun yaitu 32,4 derajat dan 29,8 derajat. Namun pada 16 Oktober kembali naik 34,0 derajat dan tanggal 17 Oktober 2021 suhunya mencapai 34,1 derajat Celcius.

"34.1 bukan rata-rata, relatif setiap tahun memang begitu," pungkasnya. (DANANG/B-5)