BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelompok Tani Meniti Fajar kompak bergotong royong menembus jalan sarana kelompok tani menuju Desa Rangda demi membuka keterisolasian antardesa dan kelurahan di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Upaya itu mereka lakukan dengan menggunakan anggaran swadaya.
Proses pengerjaan itu telah mencapai 8,4 kilometer dari total sepanjang 17 kilometer hingga sampai ke Desa Rangda.
Ketua Kelompok Tani Meniti Fajar, Sarwani mengatakan, dengan dibukanya jalan sarana kelompok tani hingga ke Desa Rangda, masyarakat desa setempat saat ini memiliki dua alternatif jalan, yaitu melalui Selangkun dan melalui jalur Natai Bulin.
"Dengan sudah terbukanya akses jalan ke Desa Randa, maka silahkan pilih, mau melalui Jalan Natai Bulin atau Selangkun. Keduanya sekarang sudah terbuka," ujarnya, Selasa, 19 Oktober 2021.
Sarwani melanjutkan, sebelum terbukanya jalan sarana kelompok tani tersebut, masyarakat Desa Rangda yang ingin bepergian ke Kota Pangkalan Bun, harus memutar melalui jalan perusahaan dan tembus ke Jalan Ahmad Yani sejauh 140 kilometer.
--page
Namun saat ini, Desa Rangda ke Kota Pangkalan Bun dari kilometer 24 Jalan Ahmad Shaleh ruas Kotawaringin Lama menuju Pangkalan Bun, masyarakat hanya menempuh 40 kilometer hingga sampai titik nol di Bundaran Tudung Saji, Kelurahan Baru.
"Saya berharap agar pembukaan jalan sarana kelompok tani melalui anggaran swadaya anggota Kelompok Tani Meniti Fajar, Cahaya Fajar dan Anugerah Fajar tersebut dapat meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat," tuturnya. (DANANG/B-7)









