PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Budidaya tanaman porang mulai banyak diminati masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat. Itu karena potensi ekonomi cukup menjanjikan. Apalagi, kondisinya cocok jika dikembangkan di Kobar.

Namun demikian, masih ada kendala yang dihadapi para petani. Salah satunya, petani masih minim pengetahuan soal budidaya porang. Oleh sebab itu, para petani sangat mengharapkan dinas terkait memberikan pelatihan dan penyuluhan menanam porang.

Petrus Rinda, salah satu anggota asosiasi petani porang di Kobar mengatakan, potensi Kabupaten Kobar untuk dikembangkan tanaman porang sangat tinggi. Hal ini terlihat sudah banyak warga Kobar yang mengambangkan porang.

"Dalam pertemuan dengan anggota asosiasi petani porang di Kobar beberapa waktu lalu, kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah,” kata Petrus Rinda, Kamis, 21 Oktober 2021.

Menurutnya, pihaknya belum bisa memahami proses penanaman porang yang benar. Sehingga sangat mengharapkan penyuluhan dan pelatihan dalam bercocok tanam porang di Kobar.

--page

"Jika ada dukungan dari pemerintah, tentu kami bisa maksimal dalam menanam porang. Karena tanamn porang ini tidak bisa terendam air dan cara mengatasi hama porang. Maka kami sangat mengharapkan pelatihan dalam memahami tanaman porang," ungkapnya.

Sebenarnya, Kobar sangat cocok untuk pengembangan porang. Mengingat harga porang yang sangat mahal dan bisa menjadi alternatif bagi petani selain bertanam sawit dan karet.

"Saat ini masih ada banyak lahan kosong milik masyarakat yang bisa ditanami porang. Hanya saja kurang pengetahuan dan pelatihan saja. Jika tanaman porang ini berhasil, maka kedepan bisa diikuti banyak warga dalam rangka untuk memanfaatkan lahan kosong," pungkasnya. (DANANG/B-7)