BORNEONEWS, Tamiang Layang - Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari memberikan tanggapan terkait nama Dokter Spesialis Penyakit Dalam, H Rosidi SpPD yang masih tercetak pada kartu vaksin. Padahal, dokter tersebut sudah tidak bekerja di RSUD Tamiang Layang sejak Juli 2021.
Setelah 3 jam membaca pesan konfirmasi yang dikirim oleh Borneonews, Vinny menjawab dengan mengirim foto layar laptop yang menunjukkan bahwa nama Dokter Rosidi tidak lagi tercantum dalam kartu vaksin yang dikeluarkan RSUD Tamiang Layang.
Saat dimintai penjelasan kapan data tersebut diganti, Vinny mengungkapkan bahwa penggantian dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2021. Ungkapan itu berbeda dengan data yang dimiliki Borneonews, nama Dokter Rosidi masih tercetak pada kartu vaksin yang dikeluarkan tanggal 12 Oktober 2021.
"Sebelumnya ada kendala teknis tidak bisa diganti," jelasnya singkat, Kamis, 21 Oktober 2021.
Diketahui, nama Dokter Rosidi yang sudah pindah ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah masih tercetak lengkap dengan nomor handphone pada kartu vaksin yang dikeluarkan RSUD Tamiang Layang.
--page
Hal ini menyebabkan seorang warga Kecamatan Dusun Timur bingung harus konsultasi kemana saat mengalami gejala ikutan berupa badan lemas selama beberapa hari pascavaksinasi dosis 2 di RSUD Tamiang Layang pada tanggal 12 Oktober 2021, dengan vaksin jenis Moderna.
Sedangkan yang tercantum pada kartu vaksinasinya tertulis, apabila terdapat gejala pascadilakukan vaksinasi dapat menghubungi dr H Rosidi SpPD nomor telepon 085343456xxx.
"Saya ragu konsultasi karena tahu bahwa Dokter Rosidi sudah lama berhenti, dan tidak tinggal di sini lagi," ujarnya.
Dokter Rosidi yang dikonfirmasi mengaku dirinya telah memberitahukan secara resmi kepada Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur, Direktur RSUD dan BPJS saat berhenti sebagai dokter di RSUD Tamiang Layang.
Terkait namanya yang masih tercantum di kartu vaksinasi, dokter Rosidi juga sudah mengetahui dan meminta dan meminta menghapus.
--page
"Saya juga sudah menghubungi Dokter Eko selaku Wadir Pelayanan Medis RSUD Tamiang Layang agar mencoret nama saya di kartu vaksinasi," ungkap Rosidi yang mengirimkan bukti chat WhatsApp dengan Dokter Eko.
Dia menilai, namanya yang masih tercantum dalam kartu vaksinasi meski sudah beberapa bulan tidak lagi menjadi dokter di RSUD Tamiang Layang menunjukkan ketidakprofesionalan manajemen RSUD Tamiang Layang.
"Namun jika ada yg menghubungi tetap saya layani karena nama saya tercetak di situ," tutur Rosidi. (BOLE MALO/B-7)









