MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Kebudayaan, Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Utara menggelar rapat kerja kebudayaan.

Rapat ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rahmad Muratni, anggota DPRD Mustapa Joyo Muchtar, Kadis Budparpora Hj Annisa Cahyawati, serta undangan lainnya.

Bupati Barito Utara,Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten II Rahmad Muratni mengatakan Pemkab Barito Utara menyambut baik dan mendukung terhadap kemajuan kebudayaan di daerah ini.

“Kita mengetahui bersama bahwa daerah merupakan ujung tombak strategi kebudayaan,” katanya, Kamis 21 Oktober 2021

Dikatakannya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan menjadi landasan bagi seluruh kebijakan dan rencana aksi dalam memajukan kebudayaan tersebut ke arah yang lebih baik.

--page

Raker 2021 merupakan langkah kongkrit implementasi konsep undang-undang pemajuan kebudayaan yakni mensinergikan pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat secara bersama melakukan perlindungan, pelestarian, pengembangan pemanfaatan dan pembinaan objek pemajuan kebudayaan serta dijalankan dalam ekosistemnya.

“Saya berharap kegiatan rapat kebudayaan ini menghasilkan output dan hasil yang baik, karena merupakan pertemuan yang penting dan strategis dalam upaya memantapkan keterpaduan tugas dan komitmen bersama antar seluruh pemangku kepentingan yang telah terjalin dengan baik selama ini,” katanya.

Selain itu rapat kerja kebudayaan ini adalah sarana untuk koordinasi, evaluasi dan menghimpun solusi dalam diskusi atas permasalahan dan usulan penyelesaian yang dihadapi daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan khususnya di Kabupaten Barito Utara.

Pada kesempatan itu dirinya juga mengajak semua pihak, baik unsur pemerintah, swasta, masyarakat secara aktif berperan mendukung kelancaran dan keberhasilan di wilayah Kabupaten Barito Utara agar dapat maju, makmur dan sejahtera dibawah curahan rahmat dan hidayah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan rapat kerja ini diikuti 16 orang yang terdiri dari sembilan camat, dua Lurah, tiga kepala desa, satu orang perwakilan seniman dan satu orang perwakilan budayawan. (RAMADHANI/B-6)