BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Abdoel Harris Jakin meminta kepada masyarakat di daerah ini agar tidak menjadikan perbedaan sebagai perpecahan, terlebih terkait kepercayaan dalam hal agama.
Hal itu diungkapkannya menyikapi tentang perbedaan pendapat tentang boleh tidaknya melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Ada beberapa pendapat diluar sana terkait pelaksanaan maulid, dan itu diharapkan jangan sampai menjadi perpecahan, karena ini merupakan kepercayaan masing-masing," ujar Jakin, Kamis, 21 Oktober 2021.
Sebaiknya bagi yang tidak melaksanakan jangan mengecam saudara yang melaksanakan. Demikian juga sebaliknya, karena masing-masing memiliki pendapat dan dalil yang menjadi acuan.
"Terkait hal tersebut, wallahua'lam. Yang terpenting, sesama umat manusia kita saling menghargai," katanya.
--page
Adanya perbedaan jangan sampai menjadi perpecahan, memutus ukhuwah islamiah, sehingga bijaklah menyikapi perbedaan, karena di mana ada perdebatan saling memaksakan pendapat, maka disitulah setan masuk mempengaruhi kita agar terjadi pertikaian, peperangan, perpecahan antara sesama saudara.
“Dengan terjadinya perpecahan, maka di situlah kita telah dipermalukan akibat akhlak kita yang sudah rusak. Bagaimana kita bisa melakukan syiar jika akhlak tidak kita jaga, karena bentuk penilaian baik buruknya adalah dilihat dari akhlak perbuatannya yang ditunjukan” terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









