BORNEONEWS, Muara Teweh - Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW digelar di aula serbaguna Pengadilan Agama Muara Teweh, Jumat, 22 Oktober 2021. Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan Peringatan Hari Santri Nasional.
Dalam peringatan tersebut, ada yang berbeda dari penampilannya. Para pegawainya menggunakan pakaian ala santri yaitu sarung, baju koko dan peci hitam. Kegiatan ini dibuka dengan lantunan kalam ilahi dan pembacaan sirah Nabi Muhammad SAW.
Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh, Abdullah dalam pengantarnya menyampaikan, peringatan itu merupakan momentum untuk merawat kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW dan terus menumbuhkan semangat cinta NKRI.
"Bulan ini ada momentum besar yang secara bersamaan kita peringati, maulid Rasul dan hari santri. Oleh karenanya, kecintaan kepada Rasul harus terus kita gelorakan, begitu juga semangat cinta tanah air harus selalu berkobar dengan semangat hari santri," kata Abdullah.
Dia menambahkan, penampilan yang berbeda itu sengaja dilakukan agar semangat juang pada momentum hari santri dapat terinternalisasi dalam aktivitas kerja di Pengadilan Agama Muara Teweh.
--page
Lebih lanjut, kata Abdullah, Hari Santri tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu. Tetapi merujuk pada mereka yang memiliki semangat nasionalisme. Penetapan ini dituangkan dalam keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Sementara, tausiah peringatan maulid dan Hari Santri disampaikan oleh Ustadz Abdurrahman Sidiq. Melalui tampilan video multimedia, Sidiq secara lugas menyampaikan sirah Nabi Besar Muhammad SAW. (RAMADHANI/B-7)









